Selasa, 31 Januari 2017

Peran Orang Tua Terhadap Anak Dalam Islam

Anak adalah suatu amanah yang ditipkan Allah kepada kedua orang tuanya. Lalu bagaimana peran mereka dalam menjaga amanah Allah tersebut?. Ketahuilah bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dan tanggung jawab yang besar dalam pendidikan anak. Orang tua harusnya mengerti dan memahami apa yang harus dan wajib dilakukan untuk membimbing dan mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai keislaman. Fenomena yang terjadi pada zaman modern ini justru lebih mengacaukan

Banyak orang tua yang tega membiarkan anak-anaknya tumbuh jauh dari agama. Mereka mengaku dirinya orang yang taat, tapi anak-anaknya jarang melakukan sholat, meninggalkan kewajibannya seperti mengenakan jilbab bagi anak perempuan yang sudah baligh, membiarkan anaknya bergaul dengan orang-orang yang jauh dari ketaatan, tidak mengajarkan Al-Qur’an, dan lain sebagainya. Memang ada sebagian anak yang bisa menjadi hebat didalam agamaya, tanpa peran orang tua. Karena kesadarannya terhadap agama itu lebih penting. Namun alangkah lebih baiknya jika orang tualah yang mengawalinya dalam memberikan pendidikan agama, bahkan sejak dalam kandungan ibunya.
Tidak hanya sebatas itu peran orang tua terhadap anaknya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini catatanmuslimah.com akan berbagi tentang apa saja peran mereka dalam Islam.

Memperkenalkan anak terhadap agama sejak di dalam rahim

Seperti memperbanyak ibadah terutama ibunya, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, membaca sholawat, berdzikir, melakukan segala sesuatu yang di anjurkan Islam saat mengandung, dan lain sebagainya. Karena janin dalam rahim pada usia kandungan 4 bulan sudah mulai bisa merasakan dan mendengar apa yang dilakukan ibunya. Olah karenanya ada cara-cara menstimulasi kecerdasan anak saat dalam kandungan.

Orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya

Bagaimana anak terbentuk, itu tergantung bagaimana orang tuanya membentuk. Nabi bersabda yang diriwayatkan dari H.R Muslim yang artinya: “Tidak seorang pun yang dilahirkan melainkan menurut fitrahnya, maka akibat orang tuanyalah yang menjadikan mereka Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Muslim).
Oleh karenanya, didiklah anak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam dan ajarkan mereka tentang agama Islam. Seperti cara makan yang baik dengan menggunakan tangan kanan, sebelum makan dan sesudah makan hendaknya berdoa, mengajarkan cara mandi yang benar, bertutur kata yang baik dan sopan, bertingkah laku yang sesuai norma dan akhlak dalam Islam. Dan lain sebagainya. Tidak hanya usia dini orang tua mendidik dan mengajarkan anak, tapi sampai mereka benar-benar mampu dan bisa menjadi anak yang sholih dan sholihah.
Jangan sampai ketika orang tua sakaratul maut, sang anak berlari-lari mencari orang untuk mentalqinkan orang tuanya, membacakan yasin, sedangkan ia tidak bisa, memandikan jenazah orang tuanya tak mengerti, apalagi mendoakannya. Karena doa yang sampai adalah doa anak yang sholih.

Menanamkan iman dan nilai-nilai keislaman sejak anak masih usia dini

Ketika mereka mulai berkembang dan mengenal tulisan, gambar, lingkungan dan lain-lain, maka tanamkan keimanan dan keislaman dengan memberikan contoh-contoh yang baik kepadanya. Karena orang tua akan menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya ketika ia masih kecil. Mereka akan sedikit demi sedikit mengikuti apa yang ia lihat, yang ia dengar, dan apa-apa yang biasa orang tuanya lakukan.

http://www.catatanmuslimah.com/2015/10/peran-orang-tua-terhadap-anak-dala.html

Artikel Terkait

Oldest Page